Rabu, 25 Maret 2015

Psikoterapi



Definisi Psikoterapi
Psikoterapi adalah suatu interaksi sistematis antara pasien dan terapis yang mengunakan prinsip-prinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku, pikiran, dan perasaan pasien mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu.


Perbedaan Psikoterapi dan Konseling
Psikoterapi secara spesifik diterapkan terhadap penyakit klinis atau mental karena sangat berlawanan dengan penyakit yang banyak terjadi di masyarakat. Psikoterapi dilakukan oleh psikoterapis (yang berlawanan dengan konselor) yang merupakan seorang terapis umum atau terapis yang berkualitas, sedangkan konseling dapat dilakukan oleh semua orang, mulai dari pemuka agama sampai konselor profesional.

Paul & Philip (2009), melihat konseling sebagai sesuatu yang lebih terfokus, lebih spesifik, dan lebih berorientasi pada situasi sedangkan psikoterapi dilihat sebagai suatu pandangan yang jauh lebih global tentang kehidupan seseorang, berupaya membuat suatu perubahan dalam keribadian seseorang.

Sedangkan Blocher (dalam Gunarsa, 2007) membedakan konseling dengan psikoterapi dengan melihat pada tujuannya, sebagai berikut :

  1.  Pada konseling : development - aducative - preventive.
  2.  Pada psikoterapi : remediative - adjustive - therapeutic.
 
Tujuan Psikoterapi
Tujuan psikoterapi dengan pendekatan psikodinamik menurut Ivey (dalam Gunarsa, 2007) adalah membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Rekonstruksi kepribadiannya dilakukan terhadap kejadian-kejadian yang sudah lewat dan menyusun sintesis yang baru dari konflik-konflik yang lama.
Tujuan psikoterapi dengan pendekatan psikoanalisis menurut Corey (dalam Gunarsa, 2007) adalah membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Membantu klien dalam menghidupkan pengalaman-pengalaman yang sudah lewat dan bekerja melalui konflik-konflik yang ditekan melalui pemahaman intelektual.

Jadi tujuan psikoterapi dapat disimpulkan sebagai suatu proses dimana terapis membantu klien untuk menyadari sesuatu yang tidak disadari oleh klien menjadi sesuatu yang disadarinya.

Unsur-unsur Psikoterapi

Masserman (dalam ) telah melaporkan tujuh “parameter penagruh” dasar yang mencakup unsur-unsur lazim pada semua jenis psikoterapi. Dalam hal ini termasuk diantaranya :

  1. Peran sosial ("martabat") psikoterapis,
  2. Hubungan (persekutuan terapeutik),
  3. Hak,
  4. Retrospeksi,
  5. Re-edukasi,
  6. Rehabilitasi,
  7. Resosialisasi, dan
  8. Rekapitulasi.
 
Pendekatan Psikoterapi terhadap Mental Illness
Menurut J.P. chaplin ada beberapa pendekatan psikoterapi terhadap mental illness, yaitu :

1.      Biological
Biological ini meliputi keadaan mental organik, penyakit afektif, psikosis dan penyalahgunaan zat.
2.      Psychological
Meliputi suatu peristiwa pencetus dan efeknya terhadap perfungsian yang buruk, sekuel pasca-traumatic, kesedihan yang tak terselesaikan, krisis perkembangan, gangguan pikiran dan respon emosional penuh stres yang ditimbulkan. Selain itu pendekatan ini juga meliputi pengaruh sosial, ketidakmampuan individu berinteraksi dengan lingkungan dan hambatan pertumbuhan sepanjang hidup individu.
3.      Sosiological
Meliputi kesukaran pada sistem dukungan sosial, makna sosial atau budaya dari gejala dan masalah keluarga. Dalam pendekatan ini harus mempertimbangkan pengaruh proses-proses sosialisasi yang berlatar belakangkan kondisi sosio-budaya tertentu.
4.      Philosophic
Kepercayaan terhadap martabat dan harga diri sesorang dan kebebasan diri seseorang untuk menentukan nilai dan keinginannya. Dalam pendekatan ini dasar filsafatnya tetap ada, yakni menghargai sistem nilai yang dimiliki oleh klien, sehingga tidak ada istilah keharusan atau pemaksaan.



Bentuk-bentuk Utama Terapi
·         Terapi supportive
Terapi supotif atau pendukung adalah adalah pengobatan yang diarahkan untuk menjaga integritas fisiologis atau fungsional pasien sampai pengobatan yang lebih definitif dapat dilaksanakan, atau sampai daya penyembuhan pasien berfungsi untuk meniadakan kebutuhan perawatan lebih lanjut.
·         Terapi Re-educative
Bertujuan untuk mengubah pikiran atau perasaan klien agar ia dapat berfungsi lebih efektif. Di sini terapis tidak hanya memberi dukungan, tetapi juga mengajak klien atau pasien untuk mengkaji ulang keyakinan klien, mendidik kembali, agar ia dapat menyesuaikan diri lebih baik setelah mempunyai pemahaman yang baru atas persoalannya. Psikoterapi redukatif dilakukan dengan memberikan pendidikan secara berulang.
·         Terapi Reconstructive
Terapi Rekonstruktif yakni menyelami alam tak sadar melalui teknik seperti asosiasi bebas, interpretasi mimpi, analisa daripada transfersi atau lebih mudahnya Dicapainya tilikan (insight) akan konflik-konflik nirsadar, dengan usaha untuk mencapai perubahan luas struktur kepribadian seseorang.
 


Chaplin, J.P. 2006. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Gunarsa, SInggih D. (2007). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta ; Gunung Mulia.
Paul Morrison & Philip Burnard. (2009). Caring and Communicating: Hubungan Interpersonal Dalam Keperawatan, Ed. 2. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Residen Bagian Psikiatri UCLA. (1997). Buku Saku Psikiatri. Jakarta ; Penerbit Buku Kedokteran EGC
Semiun, Yustinus. (2006). Kesehatan Mental 3. Yogyakarta ; Penerbit Kanisius.