Psikoterapi
Definisi Psikoterapi
Psikoterapi
adalah suatu interaksi sistematis antara pasien dan terapis yang mengunakan
prinsip-prinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah
laku, pikiran, dan perasaan pasien mengatasi tingkah laku abnormal dan
memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang
individu.
Perbedaan
Psikoterapi dan Konseling
Psikoterapi
secara spesifik diterapkan terhadap penyakit klinis atau mental karena sangat
berlawanan dengan penyakit yang banyak terjadi di masyarakat. Psikoterapi dilakukan
oleh psikoterapis (yang berlawanan dengan konselor) yang merupakan seorang
terapis umum atau terapis yang berkualitas, sedangkan konseling dapat dilakukan
oleh semua orang, mulai dari pemuka agama sampai konselor profesional.
Paul
& Philip (2009), melihat konseling sebagai sesuatu yang lebih terfokus,
lebih spesifik, dan lebih berorientasi pada situasi sedangkan psikoterapi dilihat
sebagai suatu pandangan yang jauh lebih global tentang kehidupan seseorang,
berupaya membuat suatu perubahan dalam keribadian seseorang.
Sedangkan
Blocher (dalam Gunarsa, 2007) membedakan konseling dengan psikoterapi dengan melihat
pada tujuannya, sebagai berikut :
- Pada konseling : development - aducative - preventive.
- Pada psikoterapi : remediative - adjustive - therapeutic.
Tujuan Psikoterapi
Tujuan
psikoterapi dengan pendekatan psikodinamik menurut Ivey (dalam Gunarsa, 2007) adalah
membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Rekonstruksi kepribadiannya
dilakukan terhadap kejadian-kejadian yang sudah lewat dan menyusun sintesis
yang baru dari konflik-konflik yang lama.
Tujuan
psikoterapi dengan pendekatan psikoanalisis menurut Corey (dalam Gunarsa, 2007)
adalah membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Membantu
klien dalam menghidupkan pengalaman-pengalaman yang sudah lewat dan bekerja
melalui konflik-konflik yang ditekan melalui pemahaman intelektual.
Jadi
tujuan psikoterapi dapat disimpulkan sebagai suatu proses dimana terapis membantu
klien untuk menyadari sesuatu yang tidak disadari oleh klien menjadi sesuatu
yang disadarinya.
Unsur-unsur Psikoterapi
Masserman
(dalam ) telah melaporkan tujuh “parameter penagruh” dasar yang mencakup
unsur-unsur lazim pada semua jenis psikoterapi. Dalam hal ini termasuk diantaranya
:
- Peran sosial ("martabat") psikoterapis,
- Hubungan (persekutuan terapeutik),
- Hak,
- Retrospeksi,
- Re-edukasi,
- Rehabilitasi,
- Resosialisasi, dan
- Rekapitulasi.
Pendekatan Psikoterapi terhadap Mental Illness
Menurut J.P. chaplin ada beberapa pendekatan
psikoterapi terhadap mental illness, yaitu :
1. Biological
Biological ini
meliputi keadaan mental organik, penyakit afektif, psikosis dan penyalahgunaan
zat.
2. Psychological
Meliputi
suatu peristiwa pencetus dan efeknya terhadap perfungsian yang buruk, sekuel
pasca-traumatic, kesedihan yang tak terselesaikan, krisis perkembangan,
gangguan pikiran dan respon emosional penuh stres yang ditimbulkan. Selain itu
pendekatan ini juga meliputi pengaruh sosial, ketidakmampuan individu
berinteraksi dengan lingkungan dan hambatan pertumbuhan sepanjang hidup
individu.
3. Sosiological
Meliputi
kesukaran pada sistem dukungan sosial, makna sosial atau budaya dari gejala dan
masalah keluarga. Dalam pendekatan ini harus mempertimbangkan pengaruh
proses-proses sosialisasi yang berlatar belakangkan kondisi sosio-budaya
tertentu.
4. Philosophic
Kepercayaan terhadap martabat dan
harga diri sesorang dan kebebasan diri seseorang untuk menentukan nilai dan
keinginannya. Dalam pendekatan ini dasar filsafatnya tetap ada, yakni
menghargai sistem nilai yang dimiliki oleh klien, sehingga tidak ada istilah
keharusan atau pemaksaan.
Bentuk-bentuk Utama Terapi
·
Terapi supportive
Terapi supotif atau pendukung
adalah adalah pengobatan yang diarahkan untuk
menjaga integritas fisiologis atau fungsional pasien sampai pengobatan yang
lebih definitif dapat dilaksanakan, atau sampai daya penyembuhan pasien
berfungsi untuk meniadakan kebutuhan perawatan lebih lanjut.
·
Terapi Re-educative
Bertujuan untuk mengubah pikiran atau
perasaan klien agar ia dapat berfungsi lebih efektif. Di sini terapis tidak
hanya memberi dukungan, tetapi juga mengajak klien atau pasien untuk mengkaji
ulang keyakinan klien, mendidik kembali, agar ia dapat menyesuaikan diri lebih
baik setelah mempunyai pemahaman yang baru atas persoalannya. Psikoterapi
redukatif dilakukan dengan memberikan pendidikan secara berulang.
·
Terapi Reconstructive
Terapi Rekonstruktif yakni
menyelami alam tak sadar melalui teknik seperti asosiasi bebas, interpretasi
mimpi, analisa daripada transfersi atau lebih mudahnya Dicapainya
tilikan (insight) akan konflik-konflik nirsadar, dengan usaha untuk
mencapai perubahan luas struktur kepribadian seseorang.
Chaplin,
J.P. 2006. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Gunarsa,
SInggih D. (2007). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta ; Gunung
Mulia.
Paul Morrison & Philip Burnard. (2009). Caring
and Communicating: Hubungan Interpersonal Dalam Keperawatan, Ed. 2. Jakarta:
Buku Kedokteran EGC.
Residen Bagian
Psikiatri UCLA. (1997). Buku Saku Psikiatri. Jakarta ; Penerbit
Buku Kedokteran EGC
Semiun,
Yustinus. (2006). Kesehatan Mental 3. Yogyakarta ; Penerbit
Kanisius.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda