Pelatihan dan Pengembangan
DEFINISI PELATIHAN
Pelatihan adalah setiap usaha untuk memperbaiki
performasi pekerjaan pada suatu pekerjaan tertentu yang sedang menjadi jawabnya
atau suatu pekerjaan yang ada kaitannya dengan pekerjaan supaya efektif.
Pelatihan biasanya harus mencakup pengalaman belajar, aktifitas-aktifitas yang
terencana dan desain sebagai jawaban atas kebutuhan-kebutuhan yang berhasil
diidentifikasikan. Pelatihan dimaksudkan untuk memperbaiki penguasaan berbagai
ketrampilan dan teknik pelaksanaan pekerjaan tertentu, terperinci dan rutin
(Handoko, 2001:104).
Menurut Pangabean (2004) Pelatihan dapat didefinisikan
sebagai suatu cara yang digunakan untuk memberikan atau meningkatkan
keterampilan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan sekarang, Sedangkan
pendidikan lebih berorientasi kepada masa depan dan lebih menekankan pada
peningkatan kemampuan seseorang untuk memahami dan menginterpretasikan
pengetahuan.
TUJUAN DAN SASARAN
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN
Menurut (Simamora, 1997)
Tujuan-tujuan utama pelatihan pada intinya dapat dikelompokkan ke dalam lima
bidang, yaitu :
·
Memperbaiki
kinerja
·
Memutakhirkan
keahlian para karyawan sejalan dengan kemajuan teknologi
·
Mengurangi
waktu belajar bagi karyawan baru supaya menjadi kompeten dalam pekerjaan
·
Membantu
memecahkan permasalahan operasional
·
Mempersiapkan
karyawan untuk promosi
·
Mengorientasikan
karyawan terhadap organisasi
·
Memenuhi
kebutuhan-kebutuhan pertumbuhan pribadi
Adapun juga tujuan
pelatihan dan pengembangan secara umum dirumuskan sebagai berikut:
·
Meningkatkan
produktivitas
·
Meningkatkan
mutu
·
Meningkatkan ketepatan dalam perencanaan sumber daya
manusia
·
Meningkatkan semangat kerja
·
Menarik dan menahan tenaga kerja yang baik
·
Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja
·
Menghindari keusangan (Obsolescene)
·
Menunjang pertumbuhan pribadi (personal growth)
Sasaran
pelatihan dapat dibedakan kedalam sasaran umum atau tujuan dan sasaran khusus,
yang dapat dibedakan lagi kedalam sasaran keseluruhan pelatihan dan sasaran
subjek pembahasan atau latihan.
Mager (1962) memberikan tiga aspek untuk merumuskan
sasaran subjek pembahasan/latihan dengan baik, yaitu dalam setiap sasaran
hendaknya:
·
Ada uraian tentang situasi yang diberikan (Given
what)
·
Ada uraian tentang apa yang harus dilakukan (does
what).
·
Ada uraian tentang bagaimana baiknya trainee
melaksanakannya (how well).
FAKTOR PSIKOLOGI DALAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
Menurut Dole Yoder
(dalam As’ad, 1998:67-70) agar pelatihan dan pengembangan dapat berhasil dengan
baik, maka harus diperhatikan delapan faktor sebagai berikut:
·
Individual Differences
Tiap-tiap individu mempunyai ciri khas,
yang berbeda satu sama lain, baik mengenai sifatnya, tingkah lakunya, bentuk
badannya maupun dalam pekerjaannya.
·
Relation to job analysis
Tugas utama dari analisa jabatan untuk
memberikan pengertian akan tugas yang harus dilaksanakan didalam suatu
pekerjaan, serta untuk mengetahui alat-alat apa yang harus dipergunakan dalam
menjalankan tugas itu.
·
Motivation
Motivasi dalam pelatihan ini sangat
perlu sebab pada dasarnya motif yang mendorong karyawan untuk menjalankan
pelatihan tidak berbeda dengan motif yang mendorongnya untuk mwlakukan tugas
pekerjaannya.
·
Active Participation
Didalam pelaksanaan pendidikan pelatihan
para trainess harus turut aktif mengambil bagian di dalam pembicaraan-pembicaraan
mengenai pelajaran yang diberikan, sehingga akan menimbulkan kepuasan pada para
trainess apabila saran-sarannya diperhatikan dan dipergunakan sebagai
bahan-bahan pertimbangan untuk memecahkan kesulitan yang mungkin timbul.
·
Selection of trainee
Pelatihan sebaiknya diberikan kepada
mereka yang berminat dan menunjukkan bakat untuk dapat mengikuti latihan itu
dengan berhasil.
·
Selection of trainers
Berhasil atau tidaknya seseorang
melakukan tugas sebagai pengajar, tergantung kepada ada tidaknya persamaan
kualifikasi orang tersebut dengan kualifikasi yang tercantum dalam analisa
jabatan mengajar.
·
Trainer Pelatihan
Trainer sebelum diserahi tanggung jawab
untuk memberikan pelajaran hendaknya telah mendapatkan pendidikan khusus untuk
menjadi tenaga pelatih.
·
Training Methods
Metode yang dipergunakan dalam pelatihan
harus sesuai dengan jenis pelatihan yang diberikan. Misalnya, pemberian kuliah
tidak sesuai untuk para karyawan pelaksana. Untuk karyawan pelaksana hendaknya
diberikan lebih banyak peragaan disamping pelajaran teoritis.
METODE PELATIHAN DAN
PENGEMBANGAN
Metode pelatihan yang akan dipakai
bisa dalam bentuk on the job training, yaitu dilaukan pada waktu jam kerja
berlangsung, baik secara formal maupun informal, dan off the job training,
yaitu pelatihan dan pengembangan yang dilakukan secara khusus di luar
pekerjaan.
1. Metode Pelatihan On The Job Training
Ada beberapa metode pelatihan on the
job training, yaitu :
·
Job instruction training
Adalah
pelatihan dimana ditentukan seseorang (biasanya manajer atau supervisor) bertindak sebagai pelatih
untuk mneginstruksikan bagaimana melakukan pekerjaan tertentu dalam proses
kerja.
·
Coaching
Adalah
bentuk pelatihan dan pengembangan yang dilakukan di tempat kerja oleh atasan
dengan membimbing petugas melakukan pekerjaan secara informal dan biasanya
tidak terencana, misalnya bagaimana melakukan pekerjaan, bagaimana memecahkan
masalah.
·
Job rotaion
Adalah
program yang direncanakan secara formal dengan cara menugaskan pegawai pada
beberapa pekerjaan yang berbeda dan dalam bagian yang berbeda dengan organisasi
untuk menambah pengetahuan mengenai pekerjaan dalam organisasi.
·
Apprenticeship/internship
Adalah
pelatihan yang mengkombinasikan antara pelajaraan di kelas dengan praktek di
lapangan, yaitu setelah sejumlah teori diberikan kepada peserta, peserta dibawa
praktek ke lapangan.
2.
Metode Pelatihan Off The Job
Training
Ada beberapa jenis metode Off The Job Training, yaitu :
·
Lecture,
·
Video presentaion,
·
Vestibule training/stimulation,
·
Role playing,
·
Case study,
·
Self-study,
·
Program laerning,
·
Laboratory training, dan
·
Action learning.
Sumber :
Salmah, N.
N. A., (2012). Pengaruh program pelatihan dan pengembangan karyawan terhadap
kompetensi karyawan pada PT. Muba electric power sekayu. Jurnal ekonomi dan informasi akuntansi (jenius), 2(3), 278-290.
Hariandja,
M. T., & H. Y. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia: Pengadaan,
Pengembangan, Pengkompensasian, Dan Peningkatan Produktivitas Pegawai. Jakarta:
PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda